“Konyolnya kita, jika kita diberikan panggung oleh Tuhan untuk mempersatukan Indonesia melalui olahraga, tapi kita tidak melakukan,” sambungnya.
“Saya selalu mengajak saudara, kita boleh berbeda dalam perjalanan, namun pada saat kita dikumpulkan bersama di bawah KONI Pusat, orientasi kita hanya Merah Putih! Sisihkanlah kepentingan yang lain, kita hanya berdiri untuk Merah Putih,” lanjut Marciano.
Baca Juga: Indonesia Satu Grup dengan Brasil, Ini Komentar Pelatih Nova Arianto
Cerita Penolakan dari Berbagai Daerah
Marciano baru saja mengukuhkan dan melantik Ketum KONI Maluku pada 22 Mei 2025 di Kantor Gubernur Maluku dan Ketum KONI Sulut pada 23 Mei 2025 di Rumah Gubernur Sulut.
Pada dua kesempatan berbeda tersebut, Ketum KONI Pusat sempat berdiskusi dengan masing-masing Gubernur. Marciano ceritakan dukungan masing-masing kepala daerah kepada olahraga prestasi.
Pada cerita tersebut, dibahas bahwa Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri, menegaskan bahwa hibah dana olahraga dari pemerintah daerah ke KONI Provinsi/Kabupaten/Kota, sepenuhnya tanggung jawab kepala daerah.
Waketum II KONI Pusat, Soedarmo menegaskan bahwa aturan hibah merujuk pada Kementerian Dalam Negeri.
“Yang punya dana itu pemerintah daerah, tapi ada Permenpora Nomor 14/2024 ingin atur keuangan daerah,” singgung Soedarmo yang merupakan mantan Dirjen di Kemendagri.
“Permenpora Nomor 14/2024 tidak berlaku di Provinsi Maluku,” ujar Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa kepada Marciano.
Di Sulut, Gubernur berambisi serius pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 di NTT-NTB.
“Gubernur Sulut sangat ambisius, dalam arti pada PON XXII/2028 NTT-NTB, targetkan Sulut mencapai 10 besar. Untuk mencapai itu, seluruh keperluan Ketua KONI Provinsi akan didukung oleh Gubernur Sulut Bapak Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus Lumbaa,” cerita Marciano mengapresiasi Gubernur yang sempat dipimpinnya ketika masih menjabat Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).
Baca Juga: Media Vietnam Sambut Gembira Absennya Megawati di AVC Womens Nations Cup 2025, Serangan Tim Voli Putri Indonesia Bakal MelemahBaca Juga: China Minta Bantuan Mantan Pemain Espanyol untuk Melawan Timnas IndonesiaBaca Juga: China Minta Bantuan Mantan Pemain Espanyol untuk Melawan Timnas Indonesia
Ternyata di Bali, kepala daerah juga mendukung olahraga prestasi. Ketua KONI Badung, I Made Nariana sampaikan keterangan.
“Gubernur dan beberapa Bupati/Walikota kita yang sudah konsen dengan olahraga atau KONI, mereka menolak Permenpora,” katanya.
Artikel Terkait
Mengulik Buku Rafael Nadal dan Siapa yang Perlu Diperhatikan di French Open 2025
Kevin Diks Ungkap Rahasia Cetak Gol dan Membawa FC Copenhagen Juara
China Minta Bantuan Mantan Pemain Espanyol untuk Melawan Timnas Indonesia
Hasil Undian Piala Dunia U-17: Timnas Indonesia Satu Grup dengan Brasil
Indonesia Satu Grup dengan Brasil, Ini Komentar Pelatih Nova Arianto