SportlinkNews - Kabar mengenai perubahan sistem kualifikasi cabang olahraga sepak bola pada Asian Games 2026 dipastikan tidak benar.
Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menegaskan bahwa informasi yang menyebut pembatasan jumlah peserta dicabut merupakan hoaks.
Sebelumnya, media sosial ASEAN Football melaporkan bahwa Olympic Council of Asia (OCA) telah menghapus pembatasan partisipasi untuk turnamen sepak bola putra dan putri pada Asian Games 2026.
Baca Juga: Putri KW Jadi Wakil Pertama Indonesia di Semifinal Swiss Open 2026
Dengan demikian, seluruh asosiasi sepak bola nasional disebut dapat bebas mendaftarkan tim mereka untuk berlaga pada ajang yang akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang.
Namun, Sekretaris Jenderal NOC Indonesia, Wijaya Noeradi, memastikan bahwa kabar tersebut tidak benar. Ia menjelaskan bahwa pihaknya baru menerima surat resmi dari OCA pada Jumat, 13 Maret 2026 malam.
"Email jawaban dari OCA baru kami terima pukul 20.21 WIB," katanya.
Baca Juga: Bologna Keluhkan Wasit Terlalu Permisif saat Melawan Roma di Liga Europa
Dalam surat tersebut, OCA menegaskan bahwa sistem kualifikasi cabang sepak bola untuk Asian Games 2026 tidak mengalami perubahan.
Penegasan itu disampaikan melalui layanan NOC dari Aichi-Nagoya Asian Games Organising Committee (AINAGOC) kepada seluruh Komite Olimpiade Nasional.
Surat yang dirilis di Kuwait City pada 13 Maret 2026 tersebut sekaligus membantah laporan yang menyebut kompetisi sepak bola Asian Games akan dibuka bagi seluruh 45 NOC di Asia tanpa batasan peserta.
Baca Juga: Terlibat Benturan Keras, Kiper Persis Solo Diboyong ke Rumah Sakit
OCA menegaskan bahwa sistem partisipasi tetap mengikuti ketentuan yang telah disepakati sebelumnya, yakni 16 tim untuk turnamen putra dan 16 tim untuk turnamen putri.
"AINAGOC membantah laporan mengenai perubahan kualifikasi sepak bola di Asian Games. Seperti yang dilansir media sosial ASEAN Football yang menyebut kompetisi sepak bola di Asian Games di Aichi-Nagoya akan terbuka bagi seluruh 45 NOC, itu tidak benar. Tidak ada perubahan sistem partisipasi," imbuh Wijaya.
Ia menambahkan bahwa ketentuan tersebut merupakan bagian dari Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani oleh Asian Football Confederation (AFC) dan OCA pada 13 Desember 2024.
Baca Juga: Jelang Duel Borneo FC vs Persib, Bojan Hodak Akui Dirinya Kembali Mendapat Masalah
Kesepakatan tersebut berlaku untuk periode penyelenggaraan 2024 hingga 2028.
"Jadi itu hoaks. Proses kualifikasi dan jumlah peserta cabang sepak bola di Asian Games 2026 tetap mengacu pada kesepakatan yang telah ditetapkan sebelumnya," tegas Wijaya.
Asian Games edisi ke-20 sendiri dijadwalkan berlangsung di Aichi dan Nagoya, Jepang, pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.