psikologi-olahraga

Menguak Hubungan Dopamin dan Kecepatan Gerak Manusia

Minggu, 1 Maret 2026 | 00:20 WIB
Ilusrasi seorang wanita tersenyum sambil memegang jeruk lemon yang ditaruh di kedua matanya. (Freepik)

SportlinkNews - Saat senyum muncul di wajah, atau ketika hati dipenuhi kegembiraan, kadang kita merasa langkah kaki tiba-tiba lebih ringan, seakan ada energi ekstra mendorong tubuh untuk bergerak lebih cepat. Fenomena ini, yang kerap disebut “skip in your step”, kini mendapat perhatian serius dari para ilmuwan di Universitas Colorado Boulder.

Penelitian terbaru ini menyoroti peran dopamin, zat kimia di otak yang terkait dengan rasa senang dan hadiah, dalam memengaruhi cara manusia bergerak. Dopamin tidak hanya membuat kita merasa senang, tapi juga bisa memacu tubuh bergerak lebih cepat saat menginginkan sesuatu. Temuan ini berpotensi membuka jalan bagi pemahaman baru terhadap kondisi medis seperti Parkinson dan depresi.

“Secara anekdot, kita memang merasakannya,” kata profesor di Paul M. Rady Department of Mechanical Engineering di CU Boulder dan penulis senior penelitian ini, Alaa Ahmed.

Baca Juga: Ketum KONI Pusat: Tak Ada Ruang Doping di Angkat Berat Indonesia

“Saat pergi ke bandara menjemput orang tua, Anda mungkin berlari untuk menyambut mereka. Tapi kalau menjemput rekan kerja, kemungkinan besar Anda hanya berjalan santai.” Ahmed menambahkan.

Bersama Colin Korbisch, mantan mahasiswa pascasarjana di CU Boulder, Ahmed menelusuri jalur otak yang mengatur respons semacam ini. Mereka merancang eksperimen sederhana, namun efektif, peserta diminta meraih target di layar komputer menggunakan joystick. Target tersebut memberi hadiah berupa kilatan cahaya dan bunyi beep.

Hasilnya mengejutkan. Saat hadiah sesuai atau melebihi ekspektasi, peserta bergerak lebih cepat, seakan mendapat dorongan ekstra. Pola gerakan ini sesuai dengan aktivitas neuron dopaminergik, sel otak yang melepaskan dopamin dan memengaruhi berbagai perilaku manusia. Temuan ini dipublikasikan di jurnal Science Advances.

Baca Juga: KONI Pusat Finalisasi Skema PON 2028: Mempertandingkan 57 Cabang Olahraga, DKI Jakarta Resmi Jadi Penyangga

“Gerakan adalah jendela ke pikiran. Biasanya kita tidak bisa melihat langsung apa yang dilakukan neuron dopaminergik, tapi gerakan bisa mencerminkan perhitungan saraf yang kompleks dan sulit diuraikan,” kata Korbisch.

Peran dopamin dalam pembelajaran hewan sudah diketahui sejak lama. Pada 1990-an, ahli saraf Wolfram Schultz meneliti aktivitas dopamin pada primata. Monyet dilatih untuk mengantisipasi hadiah—misalnya setetes jus apel—setiap kali mendengar bel. Dopamin mereka meningkat bahkan sebelum jus diberikan, tapi jika bel berbunyi tanpa hadiah, dopamin menurun. Pola ini dikenal sebagai “reward prediction error”, yang membantu otak belajar memilih opsi yang layak dikejar.

Ahmed dan Korbisch ingin mengetahui apakah pola serupa memengaruhi gerakan manusia. Mereka punya alasan kuat, penderita Parkinson kehilangan banyak neuron dopaminergik dan kesulitan bergerak.

Baca Juga: Liverpool Raih Pendapatan Lebih dari Rp15,8 Triliun

Dalam eksperimen mereka, peserta menggunakan joystick untuk meraih satu dari empat target di sudut layar. Satu target selalu memberi hadiah, satu target tidak pernah, dan dua target lainnya berada di tengah-tengah. Hasilnya sesuai dugaan: peserta bergerak lebih cepat ke target yang kemungkinan memberi hadiah lebih tinggi.

Namun ada kejutan menarik. Saat peserta meraih target yang jarang memberi hadiah tapi tiba-tiba mendapat hadiah, gerakan mereka meningkat secara dramatis—meski hadiah sudah diterima. Lonjakan ini terjadi hanya 220 milidetik setelah bunyi beep, efeknya halus tapi jelas menunjukkan bahwa kejutan menyenangkan dapat memberi dorongan ekstra.

Halaman:

Tags

Terkini

Tidur Berkualitas Kunci Performa Atlet Selama Ramadan

Rabu, 25 Februari 2026 | 21:55 WIB

Benarkah Emosi Dapat Bawa Penyakit untuk Tubuh?

Sabtu, 22 Maret 2025 | 06:55 WIB

Cara Mengatasi Kecemasan Performa dalam Olahraga

Senin, 24 Februari 2025 | 20:13 WIB

Manfaat Berenang Bagi Kesehatan Mental

Senin, 24 Februari 2025 | 14:11 WIB