Tersingkir di Semifinal Malaysia Open 2026, Jonatan Christie Tetap Bersyukur

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:24 WIB
Hasil pahit harus diterima unggulan pertama Australia Open 2025, Jonatan Christie. Ia harus angkat kaki lebih awal karena kalah dari wakil Jepang, Yushi Tanaka di babak pertama, 19 November 2025. (PBSI)
Hasil pahit harus diterima unggulan pertama Australia Open 2025, Jonatan Christie. Ia harus angkat kaki lebih awal karena kalah dari wakil Jepang, Yushi Tanaka di babak pertama, 19 November 2025. (PBSI)

SportlinkNews - Jonatan Christie gagal melangkah ke partai final Malaysia Open 2026 setelah kalah di babak semifinal. Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia ini menilai kebiasaan memberikan poin dengan mudah kepada lawan menjadi pekerjaan rumah yang harus diperbaiki.

Jonatan harus mengakhiri langkahnya di Malaysia Open 2026 usai ditaklukkan Kunlavut Vitidsarn dari Thailand, Sabtu (10/1). Ia kalah dua gim langsung dengan skor 16-21 dan 16-21.

Kekalahan ini sekaligus menghentikan tren positif Jonatan di turnamen pertamanya pada 2026. Ia sebelumnya menunjukkan performa stabil di babak awal.

Baca Juga: Madura United FC vs PSIM Yogyakarta: Van Gastel Tegaskan Timnya akan Memberikan Perlawanan Terbaik

"Pertama, bersyukur dulu, Puji Tuhan tidak ada cedera dan segala macam. Saya harus akui, hari ini Kunlavut bermain lebih sabar, dia lebih tenang juga," kata Jonatan dalam keterangannya melalui federasi.

Dalam pertandingan, Jonatan sempat memenangkan beberapa rally panjang, namun kesalahan dalam poin berikutnya membuat lawan mendapatkan keuntungan cepat. Ia menilai hal ini menjadi fokus utama yang perlu diperbaiki.

"Beberapa kali tadi, seperti rally-rally panjang, saya sudah bisa memenangkan poin tapi ketika poin berikutnya, saya masih gampang untuk memberikan poin ke dia dengan sangat cepat. Itu yang cukup jelas dan jadi PR untuk saya," ujarnya.

Baca Juga: Memulai Latihan Perdana, Antoine Semenyo: Manchester City akan Meningkatkan Kemampuan Saya ke Level Berikutnya

Hasil ini juga menurunkan keunggulan head to head Jonatan atas Kunlavut menjadi 8-7 dari total 15 pertemuan mereka di turnamen internasional. Statistik ini menunjukkan persaingan ketat antara kedua pemain.

"Overall, sejauh ini cukup baik. Saya tahu di mana kesalahannya, saya tahu dimana saya salah bermain dan how to play-nya seperti apa," ungkap juara Asia 2024 itu, menekankan evaluasi pribadi terhadap performanya.

Jonatan menilai pencapaian semifinal tetap positif. Ia menyebut pengalaman ini meningkatkan motivasi, percaya diri, dan menjadi booster untuk penampilan berikutnya.

Baca Juga: Debut Pelatih Persebaya Bernardo Tavares Langsung Diuji Malut United FC di Gelora Bung Tomo

"Jadi sampai ke semifinal cukup oke, ini salah satu boost power, boost motivasi juga, boost percaya diri juga. Dan yang pasti, semoga setelah ini saya bisa bermain jauh lebih baik lagi. Dan PR-PR yang memang perlu dikerjakan, mudah-mudahan bisa cepat teratasi," ucapnya.

Setelah Malaysia Open, fokus Jonatan akan beralih ke India Open 2026, yang berlangsung di New Delhi, India, pada 13-18 Januari 2026, sebagai persiapan menghadapi turnamen berikutnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X