Start Buruk Indonesia di Singapore Open 2026, Tiga Wakil Tumbang

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Selasa, 26 Mei 2026 | 20:29 WIB
Putri Kusuma Wardani gagal lewati rintangan pertama di Singapore Open 2026. Kalah di babak pertama dari wakil India Pusarla V. Sindhu. (PBSI)
Putri Kusuma Wardani gagal lewati rintangan pertama di Singapore Open 2026. Kalah di babak pertama dari wakil India Pusarla V. Sindhu. (PBSI)

SportlinkNews - Wakil Indonesia langsung berguguran di babak pertama Singapore Open 2026, Selasa, 26 Mei 2026. Tiga wakil Merah Putih yang turun bertanding harus mengakui keunggulan lawan masing-masing di Singapore Indoor Stadium.

Kekalahan pertama datang dari sektor ganda putri melalui pasangan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Mereka menyerah dua gim langsung 15-21, 15-21 dari unggulan pertama asal China, Liu Sheng Shu/Tan Ning.

Siti Fadia mengakui kondisi lapangan membuat tempo permainan berlangsung sangat cepat sehingga kedua pasangan lebih banyak bermain menyerang sejak awal laga.

Baca Juga: Bahagia di Manchester United, Carrick Percaya Bruno Fernandes Bertahan

"Kami mau tidak mau harus ngadu dari awal. Sama-sama tidak mau main defense jadi terus berusaha menurunkan bola dan secepat mungkin beradaptasi dengan situasi," kata Fadia.

Ia juga menilai pasangan China tersebut memiliki karakter permainan berbeda dibanding ganda putri China lainnya. "Mereka sudah sangat padu dan gaya mainnya mirip ganda putra. Itu yang paling berbeda dari ganda China lainnya," ujarnya.

Sementara Amallia mengatakan mereka sebenarnya sudah mencoba menerapkan hasil evaluasi dari pertemuan sebelumnya, tetapi belum mampu menghasilkan kemenangan.

Baca Juga: Pep Guardiola Beri Pesan Tegas Terkait Kriteria Manajer Baru Manchester City

"Kami sudah lebih tahu pola mereka seperti apa tapi tadi belum berhasil untuk dapat hasil yang bagus," ucapnya menambahkan.

Pasangan ini pun langsung mengalihkan fokus untuk menghadapi Indonesia Open 2026 pekan depan dengan memperbaiki aspek teknik permainan.

Nasib serupa dialami pasangan ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja.

Baca Juga: Cari Penerus Mohamed Salah, Liverpool Bidik Winger Muda RB Leipzig

Dalam laga comeback mereka setelah lama absen, Rehan/Gloria tak mampu menahan unggulan keempat asal Prancis Thom Gicquel/Delphine Delrue dengan skor 18-21, 19-21.

Meski kalah, Gloria tetap bersyukur karena dirinya dan Rehan bisa kembali tampil kompetitif setelah sembilan bulan absen dari turnamen internasional.

"Walaupun kalah tapi bukan kalah telak atau main jelek, hanya memang finishing-nya masih jadi pekerjaan rumah," ucap Gloria.

Baca Juga: Badai Cedera Jadi Penyebab Utama Liverpool Gagal Raih Trofi Musim Ini

Ia menilai faktor emosional masih memengaruhi permainan mereka, terutama pada poin-poin akhir gim pertama.

"Kami main terlalu grasa-grusu, rasa kepengennya belum bisa terkontrol. Ini jadi pelajaran untuk lebih tenang dan meningkatkan nonteknis," tukasnya.

Rehan pun mengaku puas karena mampu mengeluarkan pola permainan yang selama ini dipersiapkan dalam latihan, meski masih harus menjaga kondisi lutut dan kebugarannya.

Baca Juga: AC Milan Pecat Massimiliano Allegri dan Bersihkan Jajaran Manajemen

Ia mengaku ingin cepat bisa kembali ke performa terbaiknya, tetapi di sisi lain, dirinya juga ingin menjaga kondisinya agar tidak hanya kuat bermain di satu atau dua turnamen saja. 

"Saya harap, setelah evaluasi hasil ini. Kami bisa tampil lebih baik pada Indonesia Open pekan depan," imbuhnya.

Kegagalan satu-satunya wakil Indonesia di sektor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani, melewati rintangan pertama membuat Indonesia dipastikan tanpa wakil di babak selanjutnya pada sektor tersebut.

Baca Juga: Terungkap, Ini Alasan Bojan Hodak Lengser dan Digantikan Igor Tolic sebagai Pelatih Kepala Persib yang Baru

Putri kalah dari wakil India Pusarla V. Sindhu dengan skor 17-21, 18-21.

Putri mengaku sebenarnya sudah menemukan ritme permainan pada gim pertama, tetapi setelah interval lawannya mampu mengubah pola serangan dengan sangat efektif.

"Sindhu benar-benar merancang dari bola depan untuk mencari serangan dan itu sangat menyulitkan," tuturnya.

Baca Juga: Bojan Hodak Lengser, Igor Tolic Jadi Pelatih Kepala Persib yang Baru

Ia juga menyebut kondisi lapangan yang berangin membuat kontrol shuttlecock menjadi lebih sulit, sementara Sindhu mampu membatasi permainan bola atasnya pada gim kedua.

Menurut Putri, performa Sindhu memang sedang meningkat dalam beberapa turnamen terakhir. "Kekuatan kakinya semakin kuat dan serangannya sudah sangat berpola," katanya.

Konsistensi dan fokus menjadi pekerjaan rumahnya untuk Indonesia Open pekan depan. 

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X