fisiologi-olahraga

Psikologi Olahraga: Apa Manfaatnya bagi Atlet?

Jumat, 8 Maret 2024 | 08:24 WIB
Psikologi olahraga menjadi lebih dikenal dalam beberapa tahun terakhir.


SportlinkNews - Psikologi olahraga menjadi lebih dikenal dalam beberapa tahun terakhir. Tapi masih banyak stigma mengenai siapa yang dapat memperoleh manfaatnya. Hal ini tentunya tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang berada pada level olahraga elite saja.

Ada kesalahpahaman besar mengenai siapa yang bisa mendapatkan manfaat dari psikologi olahraga. Banyak yang percaya bahwa hanya atlet elit, yang berusaha untuk mendapatkan keunggulan ekstra dari lawan mereka, yang akan menggunakan psikolog olahraga. Namun asumsi tersebut sangat melenceng.

Pada olahraga tingkat sub-elit, sering kali pelatih memainkan kedua peran (pelatih dan psikolog olahraga). Namun pendekatan ini sering kali tidak memberikan hasil terbaik bagi atletnya.

Baca Juga: Saatnya Sport Science Campur Tangan dalam Prestasi Olahraga Indonesia

Ya, tentu saja, pelatih yang baik dapat memotivasi atlet dan menerapkan alat keterampilan mental seperti membangun kepercayaan diri dan menetapkan tujuan, serta menghadapi tekanan.

Banyak pelatih yang pernah menjadi atlet atau sudah lama melatih dapat berbagi pengalaman pribadi dan apa yang telah mereka pelajari darinya. Hal ini tentunya membantu atlet memahami apa yang diinginkan pelatih untuk mereka ketika mereka berlatih/berkompetisi.

Namun, Mona de Lacey seperti ditulis scienceforsport.com, mengatakan berdasarkan pengalamannya sebagai pelatih kinerja mental, atlet cenderung melakukan yang lebih baik ketika mereka dapat memisahkan pelatihan dengan pelatih olahraga dan sesi dengan pelatih mental.

Mona adalah peraih medali Commonwealth Games dalam olahraga Angkat Berat Olimpiade, pesaing CrossFit Games, dan Juara Dunia Karate 6x. Kecintaannya pada kompetisi dan olahraga membawanya meraih gelar Honours di bidang Psikologi Olahraga.

Permasalahan tersebut bisa saja disebabkan karena atlet tidak memiliki hubungan yang baik dengan pelatih. Terkadang atlet merasa takut untuk terbuka kepada pelatihnya tentang hal-hal tertentu karena takut dihakimi atau bahkan dikeluarkan dari tim.

Baca Juga: Model Baru, Sepatu MIT Memengaruhi Performa Pelari

Seorang psikolog olahraga atau pelatih kinerja mental dapat membantu atlet mengatasi beberapa hambatan ini sehingga mereka dapat berlatih dengan pikiran terbuka dan fokus untuk melakukan yang terbaik, dan tidak perlu takut pada pelatih atau bahkan takut gagal.

Oleh karena itu, psikolog olahraga atau pelatih keterampilan mental dapat berperan penting dalam perkembangan atlet.

Apa perbedaan atlet elite dan sub elite?
Sebelum mendalami dunia psikologi olahraga untuk atlet sub-elit, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu apa sebenarnya atlet sub-elit itu.

Tidak ada definisi yang jelas, namun banyak yang berpendapat bahwa atlet tingkat elit adalah atlet yang mewakili negaranya di tingkat tertinggi atau yang telah mencapai tingkat tertinggi dalam olahraga pilihannya.

Halaman:

Tags

Terkini

Bolehkah Lari Tiap Hari? Ini yang Perlu Diketahui

Minggu, 4 Januari 2026 | 22:28 WIB

Seberapa Penting Manajemen Tidur untuk Atlet?

Minggu, 15 Juni 2025 | 23:39 WIB

Manfaat Yoga untuk Aktivitas Olahraga

Jumat, 14 Februari 2025 | 07:51 WIB