SportlinkNews - Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menetapkan aturan baru terkait proses pembinaan atlet di pelatihan nasional.
Melalui peraturan organisasi terbaru, PBSI merumuskan mekanisme yang mengatur jalur masuk, evaluasi, hingga kemungkinan keluar bagi atlet yang berada di lingkungan pelatnas.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Organisasi PBSI Nomor 012 yang mengatur mekanisme rekrutmen, promosi, serta degradasi atlet dan pelatih di Pelatnas.
Baca Juga: Infantino Puji Kemajuan Sepak Bola Indonesia, Soroti Training Center PSSI di IKN
Aturan ini menjadi bagian dari upaya PBSI untuk membangun sistem pembinaan yang lebih terukur, transparan, dan berbasis pada pencapaian prestasi.
Salah satu poin utama dalam aturan tersebut adalah penerapan program magang bagi atlet-atlet potensial dari daerah.
Melalui program ini, pemain yang direkomendasikan oleh pelatih pelatnas berdasarkan catatan prestasi dan data performa berkesempatan mengikuti latihan di pelatnas selama tiga bulan.
Baca Juga: Bologna Vs Roma: Derbi Italia di Liga Europa, Freuler Jadi Senjata Rahasia
Selama masa tersebut, atlet akan menjalani program latihan bersama pelatih sektor terkait sekaligus menjalani proses evaluasi kemampuan.
Dalam skema ini, biaya transportasi atlet dari daerah menuju pelatnas menjadi tanggung jawab klub asal.
Sementara itu, kebutuhan latihan dan akomodasi selama program berlangsung ditanggung oleh PBSI. Adapun keikutsertaan atlet dalam turnamen tetap menjadi tanggung jawab klub masing-masing.
Baca Juga: Daftar Hattrick Liga Champions dari Marco van Basten Hingga Valverde, Ada Satu Nama Pemain Persib
Selain jalur magang, PBSI juga menetapkan kriteria promosi bagi atlet yang berpeluang masuk pelatnas.
Salah satu syaratnya adalah meraih minimal satu gelar juara serta mencapai sekurang-kurangnya 50 persen pencapaian pada turnamen nasional dalam satu tahun yang sama.
Contohnya seperti Sirnas A/Premier, Kejuaraan Nasional, atau Grand Prix Pembangunan Jaya.
Baca Juga: Semuanya Berjalan Salah, Tottenham Pecahkan Rekor Telan 6 Kekalahan Beruntun
Promosi juga dapat diberikan kepada atlet yang menjuarai Seleksi Nasional maupun turnamen Super 100 kategori U-19.
Selain itu, peluang promosi terbuka bagi atlet yang mencatatkan prestasi pada ajang internasional kelompok usia seperti Asia Junior Championships dan BWF World Junior Championships nomor perorangan.
Selain itu, rekomendasi dari pelatih pelatnas dan tim pemandu bakat juga menjadi pertimbangan.
Baca Juga: Jubah Tinju Terakhir Ricky Hatton Dilelang untuk Amal
Atlet yang lolos seleksi promosi masih harus menjalani sejumlah tes, mulai dari pemeriksaan fisik, medis, hingga psikologis sebelum resmi bergabung dalam sistem pembinaan nasional.
Di sisi lain, PBSI juga menerapkan mekanisme degradasi bagi atlet pelatnas sebagai bagian dari evaluasi berkala.
Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai indikator, seperti usia atlet, lama masa pembinaan, pencapaian prestasi, Key Performance Index (KPI), serta data perkembangan yang mencakup aspek medis, fisik, psikologis, dan kehadiran latihan.
Baca Juga: Keangkeran Aspmyra Berlanjut, Bodo/Glimt Gulung Sporting
Artikel Terkait
PB Djarum Kudus Kuasai Seleknas PBSI 2026, Tiket Pelatnas Masih Menanti Tes Lanjutan
PBSI Jadikan BATC 2026 Ajang Evaluasi Menuju Piala Thomas dan Uber
PBSI Putuskan Apriyani/Lanny Main Rangkap di Ganda Campuran
PBSI Umumkan 74 Atlet Pelatnas 2026, Regenerasi dan Promosi Warnai Komposisi Tim
Tanpa Gelar di All England 2026, PBSI Soroti Perkembangan Pemain Muda