SportlinkNews - Piala Thomas & Uber 2026 di Horsens, Denmark telah selesai. Namun tak hanya menghadirkan persaingan sengit, tetapi juga diwarnai sederet pencapaian bersejarah yang mempertegas kualitas elite bulu tangkis dunia.
Di Thomas Cup, dominasi Asia masih terasa kuat. China kembali menunjukkan konsistensinya dengan memastikan raihan medali untuk edisi ke-22 secara beruntun.
Meskipun Korea yang meraih gelar pada edisi kali ini, catatan China tetap menjadi rekor yang menegaskan status mereka sebagai kekuatan utama di nomor beregu putri.
Baca Juga: Andrea Iannone Bakal Tampil di Harley-Davidson Bagger World Cup 2026 Bareng Niti Racing
Sorotan utama juga datang dari tunggal putri Korea Selatan, An Se Young. Ia tampil sempurna sepanjang turnamen dengan menyapu bersih enam pertandingan tanpa kehilangan satu gim pun.
Catatan ini menjadikannya pemain pertama yang mencapai rekor tersebut sejak Nozomi Okuhara pada 2018.
Tak hanya itu, An juga mencatat sejarah sebagai pemain non-China kedua yang berhasil mengoleksi dua gelar Uber Cup, mengikuti jejak legenda Indonesia, Susi Susanti.
Baca Juga: Perkuat Akar Rumput, FIBA Sasar 100 Sekolah dan Latih 100 Guru Jadi Pelatih Basket
Sementara itu, dua nama senior yakni Akane Yamaguchi dan Ratchanok Intanon turut mengukir milestone. Keduanya melampaui rekor jumlah pertandingan Uber Cup milik Susi Susanti dengan 28 laga.
Khusus Intanon, ia kini berbagi rekor sebagai pemain dengan penampilan terbanyak di Uber Cup (delapan edisi), sejajar dengan Line Højmark Kjaersfeldt dari Denmark.
Beralih ke Thomas Cup, dominasi individu juga tercipta. Tunggal putra Tiongkok, Shi Yu Qi, memperpanjang rekor tak terkalahkannya menjadi 18 pertandingan, terpanjang dalam sejarah ajang ini.
Baca Juga: MotoGP Prancis: Mengintip Kekuatan Pembalap Tuan Rumah dan Pemenang di Le Mans
Edisi 2026 juga mencatat tonggak penting bagi Eropa. Untuk pertama kalinya, dua wakil dari Benua Biru, Denmark dan Prancis, berhasil menembus babak semifinal secara bersamaan.
Prancis pun mencetak sejarah baru dengan meraih medali, menjadikannya negara Eropa ketiga yang mampu naik podium setelah Denmark dan Inggris.
Tak ketinggalan, penampilan impresif Alex Lanier menambah catatan spesial. Ia menjadi pemain Eropa pertama yang mampu menyapu bersih tiga laga fase gugur sejak Hans-Kristian Vittinghus membawa Denmark juara pada 2016.
Artikel Terkait
Anders Antonsen dan Alex Lanier Kalah, Persaingan Tunggal Putra di Singapore Open Makin Seru
An Se Young Lanjutkan Perburuan Kesempurnaan, Melaju ke Final India Open 2026
Format Kejuaraan Dunia hingga Thomas-Uber Cup Dirombak, Sistem Pertandingan dan Jumlah Peserta Berubah
Undian Piala Thomas & Uber 2026: Putra Indonesia Dikepung Lawan Tangguh, Putri Jaga Peluang Lolos
An Se Young Raih Gelar Asia Pertama, Indonesia Bawa Pulang Dua Perunggu