fisiologi-olahraga

Bolehkah Lari Tiap Hari? Ini yang Perlu Diketahui

Minggu, 4 Januari 2026 | 22:28 WIB
Ilustrasi orang berlari (Shutterstock)

Efek positif olahraga terhadap kesehatan mental juga sudah terbukti, dan lari harian bisa meningkatkan suasana hati. Menurut American Psychiatric Association, lari melepaskan “zat kimia bahagia” seperti endorfin dan serotonin, bahkan dapat merangsang pertumbuhan sel otak baru di hippocampus—bagian otak yang berhubungan dengan memori dan pembelajaran.

Baca Juga: Hasil Super League: Kadek Agung Bawa Bali United Tekuk Arema FC

Studi tahun 2023 di Journal of Affective Disorders membandingkan efektivitas lari dengan obat antidepresan dan menemukan hasil yang serupa dalam mengurangi depresi. Namun, lari memberikan keuntungan tambahan, seperti memperbaiki kesehatan fisik secara keseluruhan, mengurangi stres, dan memperpanjang masa remisi bagi penderita depresi, menurut para peneliti.

“Ini tidak berarti Anda harus menghentikan obat antidepresan jika sudah mengonsumsinya,” tegas Lindsey Law, MD, psikiater di Prairie Health, Colorado.

“Tapi ini menunjukkan kekuatan menambahkan aktivitas fisik—seperti lari—ke dalam pendekatan kesehatan mental secara menyeluruh,” tambahnya.

Baca Juga: Sergio Ramos Kembali ke Sevilla, Kini Calon Pemilik Baru

Meski memiliki banyak manfaat, ada juga risiko yang perlu diperhatikan, terutama bagi pemula.

“Kelemahan terbesar lari setiap hari adalah tubuh tidak mendapat waktu pemulihan yang cukup,” kata Mack. Hal ini bisa memicu cedera akibat penggunaan berlebihan, mulai dari shin splints, plantar fasciitis, bursitis, patah tulang stres, tendon Achilles, runner’s knee, hingga keseleo otot.

“Penting untuk mengambil setidaknya satu hari istirahat setiap minggu dari olahraga intens, termasuk lari,” tambahnya. “Hasil latihan sebenarnya tercipta saat pemulihan, karena tubuh membangun kembali dirinya setelah latihan. Jika pemulihan tidak cukup, risiko cedera akibat penggunaan berlebihan meningkat signifikan.”

Baca Juga: Arne Slot Mewajari Liverpool Tak Bisa Kejar Arsenal dan Manchester City

Overtraining tidak hanya berdampak pada kemampuan fisik, tetapi juga kognitif. Tinjauan penelitian 2023 di Sports Medicine tentang efek overtraining pada atlet ketahanan menemukan adanya penurunan kecepatan reaksi, konsentrasi menurun, serta kesulitan dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah.

“Jika lari menjadi olahraga utama setiap hari, Anda mungkin kurang termotivasi melakukan latihan lain, terutama latihan kekuatan,” kata Mack. Hal ini bisa meningkatkan risiko cedera.

“Pelari rutin membutuhkan cross-training dan latihan kekuatan untuk memberikan beban berbeda pada tulang, sehingga risiko patah tulang stres berkurang,” jelasnya. Lari setiap hari bisa menurunkan motivasi melakukan jenis latihan tersebut.

Baca Juga: Hasil Super League: Persis Kian Terpuruk, Persita Curi Tiga Poin dari Manahan

“Semua bentuk olahraga memberi stres sementara pada tubuh, termasuk peningkatan peradangan,” ujar Joshua Scott, MD, dokter olahraga di Cedars-Sinai Kerlan-Jobe Institute, Los Angeles. Meskipun stres ini hilang setelah aktivitas, tidak adanya hari pemulihan dapat menimbulkan masalah dalam jangka panjang, salah satunya adalah fungsi sistem imun yang terganggu.

Halaman:

Tags

Terkini

Bolehkah Lari Tiap Hari? Ini yang Perlu Diketahui

Minggu, 4 Januari 2026 | 22:28 WIB

Seberapa Penting Manajemen Tidur untuk Atlet?

Minggu, 15 Juni 2025 | 23:39 WIB

Manfaat Yoga untuk Aktivitas Olahraga

Jumat, 14 Februari 2025 | 07:51 WIB