Fajar/Rian Fokus Jaga Kebugaran dan Matangkan Strategi untuk Pertahankan Gelar di All England 2025

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Jumat, 21 Februari 2025 | 20:59 WIB
Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto saat tampil di Indonesia Masters 2025, Januari lalu di Jakarta.
Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto saat tampil di Indonesia Masters 2025, Januari lalu di Jakarta.

SportlinkNews - Hanya difokuskan tampil di All England 2025 dan Piala Sudirman, ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto bertekad untuk bisa memberikan hasil terbaik di turnamen BWF World Tour 1000 itu.

Persiapan menuju All England, menurut Fajar, berjalan intensif dan dalam dua pekan tersisa ini dirinya dan Rian akan mematangkan strategi dan menjaga kondisi agar tetap prima.

"Yang paling penting adalah menjaga kesehatan dan menghindari cedera. Kami ingin memaksimalkan persiapan agar bisa tampil optimal," ujarnya. 

Baca Juga: Nike Kobe 9 Elite Perspective Dirilis Ulang dengan Potongan Rendah

"Targetnya tentu yang terbaik, apalagi tahun lalu kami juara. Semoga tahun ini bisa kembali meraih gelar ketiga," tukasnya kemudian.

Fajar menjelaskan mengapa mereka hanya difokuskan kepada satu turnamen Super Series saja di bulan ini. Menurutnya, itu terkait dengan jadwal turnamen utama yang harus dilakoninya selama satu tahun.

Itu tidak termasuk event besar seperti Kejuaraan Dunia, Sudirman Cup, World Tour Finals, dan Badminton Asia.

"Ini pengaturan dari PBSI, ada 12 turnamen wajib ditambah event besar jika kita lolos semua, total bisa sekitar 16 turnamen yang harus kami ikuti. Harus ada pengaturan agar tetap bugar," imbuhnya.

Baca Juga: Komposisi Tim Pelatih Tim Nasional Indonesia Sudah Lengkap, Asisten Lokal Diumumkan Segera

Bila nantinya di tengah tahun dirinya masih membutuhkan poin tambahan, maka PBSI menurut Fajar akan mempertimbangkan mereka turun di turnamen lain di level lebih rendah seperti Super 500.

Mengenai peluang untuk kembali mempertahankan gelar, Fajar mengatakan dirinya tetap optimis, kendati sulit.

Dia mengaku sadar jika dinamika di dunia bulu tangkis terus berubah, terutama setelah Olimpiade. Banyak pasangan muda yang langsung menunjukkan performa impresif.

"Pasangan muda saat ini cepat sekali naik peringkat. Ada pemain usia 20-an tahun yang sudah masuk 10 besar, seperti dari Cina, Malaysia, dan Korea. Tapi kami tetap optimistis, karena peluang selalu ada," tutupnya.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X