Raymond/Joaquin Dua Kali Final, Anton: Semua Butuh Proses

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Selasa, 17 Februari 2026 | 21:38 WIB
Ganda muda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, kembali mencuri perhatian di Australia Open 2025. Melaju ke semifinal dan berpeluang ciptakan  (PBSI)
Ganda muda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, kembali mencuri perhatian di Australia Open 2025. Melaju ke semifinal dan berpeluang ciptakan (PBSI)

SportlinkNews - Pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho, memberikan evaluasi menyeluruh terhadap penampilan anak asuhnya sepanjang rangkaian turnamen awal tahun.

Sejumlah ajang telah dilalui, mulai dari Malaysia, Indonesia Masters, Thailand Masters hingga kejuaraan beregu Badminton Asia Team Championships (BATC).

Sorotan utama tertuju pada pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang sukses menembus dua final, meski belum berhasil mengamankan gelar juara. Bagi Anton, capaian tersebut tetap patut diapresiasi.

Baca Juga: Luis Enrique Tegaskan Tak Ada Pemain Lebih Besar dari PSG

"Raymond dan Joaquin dua kali masuk final di Indonesia Masters dan Thailand. Saya rasa itu pencapaian yang cukup baik, apalagi mereka masih pemain muda. Perjalanannya masih panjang," tutur pelatih yang akrab di sapa Anton itu akhir pekan lalu di Pelatnas Cipayung, Jakarta.

Ia menilai tren performa pasangan tersebut menunjukkan perkembangan yang positif. Terlebih, sebelumnya mereka juga sempat merebut gelar di Australia Masters.

Meski dua final terakhir belum berbuah trofi, Anton menegaskan proses pembinaan tidak bisa ditempuh secara instan.

Baca Juga: Dorna Sports Berganti Nama, Ini Alasan Carmelo Ezpeleta

"Jangan buru-buru ingin mereka langsung juara terus. Mereka baru naik ke level 500 dan 1000, jam terbangnya juga masih sedikit. Semua butuh proses," tegasnya.

Menurutnya, evaluasi terus dilakukan, baik dari sisi individu maupun kekompakan sebagai pasangan. Setiap sesi latihan dimanfaatkan untuk membenahi kekurangan teknis dan nonteknis agar grafik performa tetap menanjak.

Jadi Catatan

Selain menyoroti sektor perorangan, Anton juga mengevaluasi penampilan tim di ajang beregu seperti BATC.

Baca Juga: Wasit Inter Milan Kontra Juventus Dapat Ancaman Nyawa, Polisi Larang Keluar Rumah

Ia mengakui ada beberapa nomor ganda yang sempat kehilangan momentum, termasuk akibat rotasi pasangan di tengah jadwal turnamen yang padat.

Dalam waktu berdekatan, para pemain harus tampil di Indonesia Masters, Thailand Masters, dan BATC secara beruntun. Situasi tersebut dinilai cukup menguras kondisi fisik.

"Kita harus jaga stamina, strength, power, dan maintenance latihan saat pertandingan. Jangan sampai turun. Karena menjalani tiga turnamen beruntun itu tidak mudah," jelasnya.

Baca Juga: Jelang Duel Benfica vs Real Madrid, Jose Maurinho: Madrid Sedang Terluka, dan Raja yang Terluka Itu Berbahaya

Anton menegaskan, konsistensi menjaga kualitas latihan di tengah padatnya kompetisi menjadi kunci utama. Sebab, sedikit saja terjadi penurunan fisik, dampaknya bisa langsung terasa terhadap performa di lapangan.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X