fisiologi-olahraga

Mengenal Trombosis Vena di Bahu, Cedera yang Memaksa Wembanyama Absen dari NBA

Jumat, 21 Februari 2025 | 23:44 WIB
Pemain San Antonio Spurs, Victor Wembanyama.

SportlinkNews - Pemain San Antonio Spurs, Victor Wembanyama harus mengakhiri NBA musim ini lebih awal. Dia diagnosis menderita trombosit vena dalam di bahu kanannya.

Kabar ini mengejutkan semua pihak, termasuk para penggemar basket dunia. Bagi Spurs, ini merupakan pukulan telak karena Wembanyama merupakan harapan mereka untuk lolos ke play-off NBA.  

Sakit Wembanyama ini diketahui setelah pemeriksaannya usai dirinya mengalami kelelahan yang luar biasa selama dan setelah All-Star Weekend baru-baru ini. 

Dari hasil pemeriksaan, kondisi Wembanyama ternyata lebih parah dari yang diperkirakan.

Baca Juga: Menikah, Gregoria Tunda Bulan Madu Demi All England 2025

Pengumuman ini pun beberapa jam sebelum laga antara Spurs melawan Phoenix Suns yang kemudian berakhir untuk kemenangan Spurs 120-109. Di laga ini Wembanyama telah absen.

Sakit Wembanyama ini pun jadi menimbulkan pertanyaan, apakah itu trombosis vena dalam?

NBA pun melakukan penjabarannya mengenai kondisi tersebut, apa penyebabnya dan bagaimana pengobatannya, serta kasus-kasus yang pernah dialami oleh paraatlet muda.

DVT terjadi ketika bekuan darah yang terbentuk dalam vena dalam yang terletak di tungkai bawah, paha, panggul, atau lengan. 

Baca Juga: Michael Qualls Pimpin Average Points IBL 2025 Dibayangi Quintin Dove

Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit, meskipun terkadang tidak ada gejala yang terlihat sama sekali.

DVT dapat menjadi serius karena gumpalan dapat terlepas dan berjalan melalui aliran darah dan menempel di paru-paru, menghalangi aliran darah yang disebut emboli paru.

Sebagian besar kasus DVT melibatkan pembekuan darah di kaki. Mengembangkannya di bahu lebih jarang terjadi, meskipun tentu saja mungkin terjadi.

"Ada alasan biologis yang mungkin membuat darah seseorang lebih rentan menggumpal," kata Dr. Jonathan Reiner, Profesor Kedokteran di Fakultas Kedokteran & Ilmu Kesehatan Universitas George Washington dan spesialis kardiologi intervensi dikutip dari NBA.com

Baca Juga: Erick Thohir : Pembangunan Tahap I Training Center PSSI di IKN Selesai

"Di kasus seorang atlet, terutama di bahu kemungkinan ada alasan mekanis. Karena di area itu, jelas ada banyak kontak dan benturan, hal-hal itulah yang dapat merusak pembuluh darah," tukasnya.

Penyebab lainnya, bisa terjadi akibat cedera kontak sebelumnya dapat menyebabkan hematoma yang dapat menekan pembuluh darah.

Bila terjadi tekanan dalam pembuluh darah, bisa saja menyebabkan pembekuan darah, karena satu/lebih pembuluh darah terperangkap dan/atau rusak di bawah tulang selangka.

Baca Juga: Atlético Madrid Berkolaborasi dengan Wonder Woman, Hadirkan Koleksi Fesyen Bertema Pemberdayaan Perempuan

Terapi fisik dan pereda nyeri bisa efektif dalam kasus seperti Wembanyama ini. Tetapi sebagian besar kasus DVT diserang melalui pengencer darah atau pembedahan.

Pengencer darah secara luas dianggap menimbulkan masalah bagi atlet dalam olahraga kontak karena kemungkinan pendarahan melalui cedera.

Tapi bila Wembanyama mengambil langkah ini, maka ahli terapi fisik NBA, Evan Jeffries mengatakan, pemain dengan tinggi lebih dari 2 meter itu harus absen selama tiga bulan agar hasil pemindaian negatif sebelum dia kembali bermain lagi.

"Kondisi Wembanyama tidak akan membahayakan karir bermainnya atau mengancam nyawanya, jika ia mendapatkan perawatan yang tepat," tambahnya.

Baca Juga: Fajar/Rian Fokus Jaga Kebugaran dan Matangkan Strategi untuk Pertahankan Gelar di All England 2025

Selain Wembanyama, ternyata ada forward Miami Heat (2010) Chris Bosh pun pernah mengalami pembekuan darah.

Karier Bosh terhenti pada tahun 2016, pada usia 32 tahun, ia didiagnosa menderita pembekuan darah yang menjalar ke paru-parunya.

Dia melewatkan bulan-bulan terakhir musim 2014-15 dan selesai pada 2015-16 setelah 53 pertandingan.

Penyerang bertinggi badan 6 kaki 11 inci ini mencari pendapat medis yang memungkinkannya untuk kembali bermain sebelum pensiun pada tahun 2019.

Baca Juga: Antonius Budi : Tak Segampang Itu Memecah Fajar/Rian

Di tahun yang sama Brandon Ingram, pemain Toronto Raptors itu pada usia 21 tahun mengalami gumpalan darah di lengan kanannya.  

Tapi dia memilih jalan operasi untuk mengatasi trombosis vena dalam dan Ingram pun kembali menjadi All-Star pada musim berikutnya.

Mantan pemain Cleveland Cavaliers, Anderson Varejao, absen pada paruh kedua musim 2012-13 karena mengalami pembekuan darah setelah menjalani operasi paha depan. 

Baca Juga: Liverpool Jadi Satu-Satunya Harapan Inggris di Liga Champions, Guardiola Sebut Hanya 4 Tim Bisa Juara

Ia menjalani pengencer darah dan kembali pada musim berikutnya.

Guard/forward Detroit Pistons Ausar Thompson tidak menyelesaikan jadwal musim lalu dan absen dalam 18 pertandingan pertama Pistons musim ini setelah didiagnosa mengalami pembekuan darah.

Tapi, setelah dinyatakan layak bermain oleh panel Kebugaran untuk bermain kembali, pemain sayap tahun kedua ini diizinkan untuk berpartisipasi pada akhir November.

Tags

Terkini

Bolehkah Lari Tiap Hari? Ini yang Perlu Diketahui

Minggu, 4 Januari 2026 | 22:28 WIB

Seberapa Penting Manajemen Tidur untuk Atlet?

Minggu, 15 Juni 2025 | 23:39 WIB

Manfaat Yoga untuk Aktivitas Olahraga

Jumat, 14 Februari 2025 | 07:51 WIB